Skip to main content

Intro Javascript

JavaScript dan Lingkungan Eksekusi

JavaScript awalnya dirancang untuk berjalan di dalam browser. Namun, saat ini JavaScript dapat dijalankan di berbagai lingkungan (runtime), sehingga tidak hanya digunakan untuk membuat website.

Beberapa lingkungan eksekusi JavaScript antara lain:

  • Browser - Menjalankan JavaScript pada aplikasi web.
  • Node.js - Menjalankan JavaScript di sisi server.
  • Deno - Runtime JavaScript modern sebagai alternatif Node.js.

Selain itu, JavaScript juga dapat digunakan untuk mengembangkan aplikasi mobile native menggunakan framework seperti React Native.

info

Catatan Pada seri ini kita akan fokus menggunakan JavaScript di lingkungan browser, karena React merupakan library front-end untuk membangun antarmuka pengguna (User Interface).

Menambahkan JavaScript ke HTML

Terdapat dua cara untuk menggunakan JavaScript pada halaman HTML.

1. Script Inline

Kode JavaScript ditulis langsung di dalam tag <script>.

<script>
console.log("Hello World");
</script>

Cara ini hanya cocok untuk contoh sederhana dan tidak direkomendasikan pada proyek nyata karena membuat file HTML sulit dibaca dan dipelihara.

2. File JavaScript Eksternal (Direkomendasikan)

Kode JavaScript disimpan pada file terpisah, kemudian dihubungkan ke halaman HTML menggunakan atribut src.

Misalnya struktur folder berikut.

project/

├── index.html
└── assets/
└── scripts/
└── app.js

Kemudian hubungkan file tersebut.

<script src="assets/scripts/app.js"></script>

Pendekatan ini membuat kode lebih rapi, mudah dikelola, dan dapat digunakan kembali.

Atribut Penting pada Tag <script>

defer

Atribut defer membuat browser menunggu hingga seluruh dokumen HTML selesai diproses sebelum menjalankan JavaScript.

<script src="app.js" defer></script>

Keuntungan menggunakan defer:

  • HTML selesai dimuat terlebih dahulu.
  • Menghindari error ketika JavaScript mengakses elemen HTML yang belum tersedia.
  • Membuat proses rendering halaman lebih cepat.

type="module"

JavaScript modern menggunakan konsep Module untuk memisahkan kode ke dalam beberapa file.

<script type="module" src="app.js"></script>

Dengan type="module", kita dapat menggunakan sintaks berikut.

import { sum } from "./math.js";
export default App;

Fitur ini sangat penting karena hampir seluruh proyek React menggunakan JavaScript Module.

Bagaimana React Menjalankan JavaScript?

Pada proyek HTML biasa, kita harus menambahkan tag <script> secara manual.

Namun pada proyek React, hal tersebut hampir tidak pernah dilakukan.

Sebagai gantinya, React menggunakan Build Process yang secara otomatis:

  • mengompilasi JSX menjadi JavaScript biasa,
  • menggabungkan seluruh file JavaScript,
  • mengoptimalkan ukuran file,
  • serta menyisipkan (inject) file JavaScript ke dalam halaman HTML.

Karena itulah Anda jarang melihat penambahan tag <script> secara manual pada proyek React.

Mengapa React Membutuhkan Project Setup?

React menggunakan sintaks khusus bernama JSX.

Contohnya:

function App() {
return <h1>Hello React</h1>;
}

Masalahnya, browser tidak memahami JSX.

Agar dapat dijalankan, kode JSX harus diubah terlebih dahulu menjadi JavaScript standar.

Proses tersebut dilakukan oleh Build Tool, misalnya:

  • Vite
  • Create React App (CRA)

Selain mengubah JSX menjadi JavaScript biasa, build tool juga melakukan optimasi seperti:

  • Minification
  • Bundling
  • Tree Shaking
  • Optimasi performa

Hasil akhirnya adalah aplikasi yang lebih kecil, lebih cepat, dan siap dijalankan di browser.

Membuat Project React

Ada dua cara yang umum digunakan untuk membuat proyek React.

1. CodeSandbox

CodeSandbox merupakan editor berbasis browser yang memungkinkan kita langsung membuat dan menjalankan proyek React tanpa instalasi.

Kelebihan

  • Tidak perlu instalasi Node.js.
  • Langsung dapat digunakan.
  • Cocok untuk belajar atau mencoba contoh kode.

Pada CodeSandbox, proses seperti:

npm install
npm run dev

akan dijalankan secara otomatis.

2. Proyek Lokal

Pilihan yang paling direkomendasikan adalah membuat proyek React secara lokal menggunakan editor seperti Visual Studio Code.

Prasyarat

  • Node.js
  • npm
  • Visual Studio Code

Kemudian buat proyek menggunakan Vite.

npm create vite@latest

Masuk ke folder proyek.

cd nama-project

Install seluruh dependency.

npm install

Jalankan server pengembangan.

npm run dev

Selama proses pengembangan, terminal tersebut harus tetap berjalan agar fitur Hot Reload dapat bekerja secara otomatis setiap kali file disimpan.

Materi JavaScript yang Akan Dipelajari

Sebelum masuk ke React, kita akan mempelajari kembali konsep-konsep JavaScript modern yang paling sering digunakan.

Materi yang akan dibahas meliputi:

  • Variabel (let dan const)
  • Operator
  • Function
  • Arrow Function
  • Object
  • Class
  • Array
  • Array Methods (map(), filter(), find(), dan lainnya)
  • Destructuring
  • Spread Operator (...)
  • Module (import dan export)
  • Conditional Statement (if, else, switch)
  • First-Class Function
  • Nested Function
  • Primitive dan Reference Value

Setiap materi akan disertai contoh kode sehingga Anda dapat memahami bagaimana konsep tersebut diterapkan pada React nantinya.