Skip to main content

Useful Modules Standard Library

Python menyediakan Standard Library yang berisi berbagai module siap pakai untuk membantu menyelesaikan kebutuhan pemrograman.

Dengan Standard Library, kita tidak selalu perlu membuat functionality dari awal atau menginstal third-party package.

Pada materi ini kita akan mengenal beberapa module yang cukup berguna dalam pengembangan Python:

  • collections
  • array
  • datetime
  • sys
  • os

Modul collections​

Module collections menyediakan struktur data tambahan yang melengkapi struktur data dasar Python seperti:

list
tuple
dict
set

Beberapa object yang tersedia di dalam collections adalah:

Counter
defaultdict
OrderedDict

Counter​

Counter digunakan untuk menghitung jumlah kemunculan setiap elemen dalam sebuah iterable.

Contoh:

from collections import Counter

li = [1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 7, 7]

print(Counter(li))

Output:

Counter({7: 3, 1: 1, 2: 1, 3: 1, 4: 1, 5: 1, 6: 1})

Counter juga dapat digunakan untuk menghitung frekuensi karakter dalam string.

from collections import Counter

sentence = "belajar python itu menyenangkan"

print(Counter(sentence))

Counter sangat berguna ketika kita membutuhkan informasi mengenai frekuensi kemunculan data.

Contoh penggunaannya:

Menghitung jumlah karakter
Menghitung jumlah kata
Menghitung frekuensi data
Mencari elemen yang paling sering muncul

defaultdict​

defaultdict merupakan variasi dari dictionary yang menyediakan default value ketika key yang diminta belum tersedia.

Pada dictionary biasa:

dictionary = {
"a": 1,
"b": 2
}

print(dictionary["c"])

akan menghasilkan:

KeyError

Dengan defaultdict, kita dapat menentukan nilai default.

from collections import defaultdict

dictionary = defaultdict(
lambda: 5,
{
"a": 1,
"b": 2
}
)

print(dictionary["c"])

Output:

5

OrderedDict​

OrderedDict merupakan struktur dictionary yang mempertahankan urutan elemen berdasarkan urutan saat elemen dimasukkan.

Contoh:

from collections import OrderedDict

dictionary = OrderedDict()

dictionary["a"] = 1
dictionary["b"] = 2
dictionary["c"] = 3

print(dictionary)

Pada Python modern, dict standar juga mempertahankan insertion order.

Oleh karena itu, OrderedDict tidak selalu diperlukan hanya untuk mempertahankan urutan.

Namun, OrderedDict masih memiliki functionality khusus yang dapat berguna pada kasus tertentu.


Modul array​

Python memiliki list yang sangat fleksibel.

Contohnya:

data = [1, 2, 3, 4, 5]

list bahkan dapat menyimpan berbagai jenis object:

data = [1, "Python", 3.14, True]

Fleksibilitas tersebut membuat list sangat nyaman digunakan, tetapi juga memiliki memory overhead tertentu.

Module array menyediakan struktur data yang dirancang untuk menyimpan elemen dengan tipe data yang sama.

Membuat array​

from array import array

arr = array("i", [1, 2, 3, 4, 5])

print(arr)

Pada contoh tersebut:

i

merupakan type code untuk signed integer.

Mengakses Elemen​

Cara mengakses elemen array mirip dengan list.

from array import array

arr = array("i", [1, 2, 3, 4, 5])

print(arr[0])

Output:

1

array vs list​

Karakteristiklistarray
Tipe dataFleksibelHomogen
FleksibilitasTinggiLebih terbatas
Penggunaan umumSangat umumKasus tertentu
Data numerikBisaCocok
Efisiensi memoriLebih banyak overheadDapat lebih efisien

array dapat dipertimbangkan ketika kita memiliki data dalam jumlah besar dengan tipe data yang sama dan efisiensi memori menjadi pertimbangan.

Untuk penggunaan Python sehari-hari, list tetap menjadi pilihan default yang sangat umum.


Modul datetime​

Module datetime digunakan untuk mengelola dan memanipulasi tanggal dan waktu.

Module ini dapat digunakan untuk kebutuhan seperti:

Tanggal
Waktu
DateTime
Perhitungan tanggal
Perhitungan waktu
Selisih waktu
Timestamp

Contoh penggunaan dapat ditemukan pada:

Sistem transaksi
Sistem penjadwalan
Log aplikasi
Pencatatan waktu
Perhitungan batas waktu

Membuat Object time​

Python menyediakan datetime.time untuk merepresentasikan waktu.

import datetime

waktu = datetime.time(5, 45, 2)

print(waktu)
print(waktu.hour)

Output:

05:45:02
5

Object time dapat menyimpan informasi:

Jam
Menit
Detik
Mikrodetik

Mengakses Komponen Waktu​

import datetime

waktu = datetime.time(5, 45, 2)

print(waktu.hour)
print(waktu.minute)
print(waktu.second)

Output:

5
45
2

Mendapatkan Tanggal Hari Ini​

Untuk mendapatkan tanggal saat ini:

import datetime

hari_ini = datetime.date.today()

print(hari_ini)

Output mengikuti tanggal pada sistem komputer:

YYYY-MM-DD

Contoh:

2026-08-29

Mengakses Komponen Tanggal​

import datetime

hari_ini = datetime.date.today()

print(hari_ini.year)
print(hari_ini.month)
print(hari_ini.day)

Attribute yang umum digunakan:

year
↓
Tahun

month
↓
Bulan

day
↓
Tanggal

Kapan Menggunakan datetime?​

Gunakan datetime ketika program membutuhkan informasi atau operasi yang berkaitan dengan tanggal dan waktu.

Contohnya:

Mencatat waktu transaksi
Mencatat waktu login
Membuat jadwal
Menghitung selisih tanggal
Menghitung durasi
Membuat timestamp

Modul sys​

Module sys digunakan untuk berinteraksi dengan Python interpreter dan environment tempat program Python berjalan.

Salah satu functionality yang telah dipelajari sebelumnya adalah:

sys.argv

yang memungkinkan program menerima argument dari command line.

Contoh:

import sys

print(sys.argv)

Jika program dijalankan:

python app.py hello

maka hello akan menjadi salah satu argument yang tersedia melalui sys.argv.

Module sys dapat digunakan ketika program perlu berinteraksi dengan informasi atau mekanisme yang berkaitan dengan Python interpreter.


Modul os​

Module os digunakan untuk berinteraksi dengan operating system.

Module ini dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan yang berhubungan dengan sistem operasi dan file system.

Contohnya:

Membaca directory
Membuat directory
Memeriksa path
Mengakses environment variable
Berinteraksi dengan file system

Contoh mendapatkan current working directory:

import os

print(os.getcwd())

Contoh melihat isi directory:

import os

print(os.listdir())

Hasilnya berupa daftar file dan folder yang terdapat pada current working directory.


sys vs os​

Walaupun sama-sama berhubungan dengan lingkungan tempat program berjalan, keduanya memiliki fokus yang berbeda.

ModuleFokus
sysPython interpreter dan runtime environment
osOperating system dan file system

Secara sederhana:

sys
↓
Python Interpreter

sedangkan:

os
↓
Operating System

Kapan Menggunakan Module-Module Ini?​

Pemilihan module bergantung pada masalah yang ingin diselesaikan.

Menghitung Frekuensi Data​

Gunakan:

from collections import Counter

Contoh:

Menghitung karakter
Menghitung kata
Menghitung jumlah kemunculan data

Dictionary dengan Default Value​

Gunakan:

from collections import defaultdict

Contoh:

Mengelompokkan data
Menghitung data
Memberikan nilai default

Menyimpan Data Homogen​

Gunakan:

from array import array

terutama ketika data memiliki tipe yang sama dan efisiensi penyimpanan menjadi pertimbangan.

Mengelola Tanggal dan Waktu​

Gunakan:

import datetime

Berinteraksi dengan Python Interpreter​

Gunakan:

import sys

Berinteraksi dengan Operating System​

Gunakan:

import os

Ringkasan Module​

ModuleKegunaan
collectionsStruktur data dan pengolahan data khusus
CounterMenghitung frekuensi elemen
defaultdictDictionary dengan default value
OrderedDictDictionary dengan pengelolaan urutan tertentu
arrayMenyimpan data homogen
datetimeMengelola tanggal dan waktu
sysBerinteraksi dengan Python interpreter
osBerinteraksi dengan operating system

Mengapa Perlu Mengenal Standard Library?​

Salah satu kebiasaan penting dalam pemrograman Python adalah memeriksa apakah functionality yang dibutuhkan sudah tersedia di Standard Library sebelum membuat solusi sendiri atau memasang third-party package.

Contohnya:

Membutuhkan random data
↓
random
Membutuhkan tanggal dan waktu
↓
datetime
Membutuhkan frekuensi data
↓
collections.Counter
Membutuhkan informasi interpreter
↓
sys
Membutuhkan operasi sistem
↓
os

Dengan mengenali Standard Library, kita dapat memanfaatkan functionality yang sudah tersedia dan menghindari pembuatan solusi dari awal ketika tidak diperlukan.


Kesimpulan​

Beberapa module Standard Library yang penting untuk mulai dikenali adalah:

collections
↓
Struktur dan pengolahan data

array
↓
Data homogen

datetime
↓
Tanggal dan waktu

sys
↓
Python interpreter

os
↓
Operating system

Tidak perlu menghafal seluruh function yang tersedia pada setiap module.

Yang lebih penting adalah memahami fungsi utama sebuah module dan mengetahui kapan module tersebut dapat digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah.

Dengan demikian, ketika menghadapi kebutuhan tertentu dalam project, kita dapat mencari solusi terlebih dahulu dari Standard Library sebelum membuat implementasi sendiri atau menggunakan third-party package.