Skip to main content

Menginstal External Packages

Python memiliki Standard Library yang menyediakan banyak functionality bawaan. Namun, dalam pengembangan aplikasi, terkadang kita membutuhkan functionality yang tidak tersedia secara langsung dari Standard Library.

Untuk kebutuhan tersebut, kita dapat menggunakan External Package atau Third-Party Package yang dibuat dan dibagikan oleh developer lain maupun komunitas Python.

Pengertian External Package​

External Package adalah kumpulan kode yang dibuat oleh developer atau komunitas dan dapat digunakan kembali dalam project Python.

Dengan menggunakan package, kita tidak perlu membuat functionality tertentu dari awal.

Contohnya, daripada membuat sendiri library untuk menghasilkan lelucon secara acak, kita dapat menggunakan package seperti:

pyjokes

Contoh package lainnya dapat digunakan untuk:

Data Processing
Web Scraping
Automation
Machine Learning
Image Processing
Web Development
API

Secara sederhana:

Kebutuhan Project
↓
Cari Package yang sesuai
↓
Install Package
↓
Import Package
↓
Gunakan Functionality

PyPI​

PyPI (Python Package Index) adalah repository publik yang digunakan untuk mendistribusikan package Python.

Developer dapat mempublikasikan package mereka di PyPI sehingga dapat digunakan oleh developer lain.

Secara sederhana:

Developer
↓
Membuat Package
↓
Publish ke PyPI
↓
Developer lain
↓
Install Package
↓
Gunakan dalam Project

PyPI menyediakan berbagai package untuk kebutuhan yang sangat beragam.


Menilai Popularitas Package​

Ketika mencari external package, kita perlu mempertimbangkan apakah package tersebut cukup populer dan dapat dipercaya.

Salah satu indikator yang dapat diperhatikan ketika melihat project di GitHub adalah:

  • Stars
  • Forks

Stars​

Stars dapat menjadi salah satu indikator popularitas sebuah repository.

Semakin banyak stars, biasanya semakin banyak pengguna atau developer yang memberikan apresiasi terhadap project tersebut.

Namun, jumlah stars tidak dapat dijadikan satu-satunya indikator kualitas atau keamanan sebuah package.

Forks​

Fork menunjukkan bahwa repository telah disalin ke repository lain untuk dikembangkan atau digunakan sebagai dasar pengembangan.

Jumlah forks juga dapat memberikan gambaran mengenai tingkat perhatian komunitas terhadap sebuah project.


Instalasi Package melalui PyCharm​

Selain menggunakan terminal, package Python dapat diinstal melalui IDE seperti PyCharm.

Langkah umumnya:

  1. Buka Preferences atau Settings di PyCharm.
  2. Masuk ke bagian Project.
  3. Pilih Project Interpreter atau pengaturan interpreter/package yang sesuai dengan versi PyCharm yang digunakan.
  4. Klik tombol + untuk menambahkan package.
  5. Cari nama package yang ingin digunakan.
  6. Pilih package.
  7. Klik Install Package.
  8. Tunggu hingga proses instalasi selesai.

Contohnya kita ingin menggunakan:

pyjokes

Cari:

pyjokes

kemudian pilih package dan lakukan instalasi.

Package akan dipasang ke environment/interpreter yang sedang digunakan oleh project.


Instalasi Package Menggunakan pip​

Selain melalui IDE, cara yang umum digunakan adalah menggunakan pip melalui Terminal atau Command Prompt.

pip merupakan package installer yang digunakan untuk menginstal dan mengelola package Python.

Sintaks dasarnya:

pip install nama_package

Contohnya:

pip install pyjokes

Pada beberapa sistem, terutama ketika terdapat beberapa instalasi Python, kita juga dapat menggunakan:

pip3 install pyjokes

Penggunaan pip atau pip3 dapat bergantung pada konfigurasi Python pada sistem yang digunakan.


Mengecek Versi pip​

Untuk mengetahui versi pip yang sedang digunakan:

pip3 -V

Contoh output:

pip 25.x from ... (python 3.x)

Informasi tersebut dapat membantu memastikan pip terhubung dengan instalasi Python yang sesuai.


Meng-upgrade pip​

pip juga dapat diperbarui menggunakan perintah:

pip3 install --upgrade pip

Perintah tersebut akan meminta pip untuk menggunakan versi yang lebih baru jika tersedia.


Melihat Package yang Terinstal​

Untuk melihat daftar package yang telah terinstal pada environment Python:

pip3 list

Contoh:

Package Version
---------- -------
pip ...
pyjokes ...

Perlu diperhatikan bahwa daftar package bergantung pada environment Python yang sedang digunakan.


Menggunakan External Package​

Setelah package berhasil diinstal, package tersebut dapat digunakan di dalam program Python dengan import.

Contohnya kita telah menginstal:

pyjokes

Kemudian pada file Python:

import pyjokes

Setelah itu, kita dapat menggunakan functionality yang disediakan oleh package tersebut.


Contoh Menggunakan pyjokes​

Package pyjokes dapat digunakan untuk menghasilkan lelucon secara acak.

Contoh:

import pyjokes

joke = pyjokes.get_joke(
language="en",
category="neutral"
)

print(joke)

Program akan mengambil sebuah lelucon dan menampilkannya ke layar.

Alur penggunaannya:

PyPI
↓
pyjokes
↓
pip install pyjokes
↓
import pyjokes
↓
pyjokes.get_joke()
↓
Output

Perbedaan Instalasi melalui IDE dan Terminal​

Package dapat diinstal dengan beberapa cara.

MetodeCara
PyCharmMenggunakan menu package/interpreter
TerminalMenggunakan pip install
Command PromptMenggunakan pip install

Walaupun menggunakan interface yang berbeda, tujuan akhirnya sama, yaitu memasang package ke environment Python yang digunakan project.


Masalah ModuleNotFoundError​

Salah satu masalah yang sering terjadi setelah menginstal external package adalah:

ModuleNotFoundError

Error tersebut dapat terjadi ketika Python tidak menemukan module yang ingin di-import.

Misalnya:

import pyjokes

tetapi Python menghasilkan:

ModuleNotFoundError: No module named 'pyjokes'

Salah satu penyebab yang umum adalah package diinstal pada environment yang berbeda dengan environment yang digunakan untuk menjalankan program.


Masalah Perbedaan Environment​

Misalnya kita memiliki:

PyCharm
↓
Python Environment A
↓
pyjokes terinstal

Tetapi ketika menjalankan program melalui terminal:

Terminal
↓
Python Environment B
↓
pyjokes tidak terinstal

Akibatnya:

import pyjokes

dapat menghasilkan:

ModuleNotFoundError

Karena package memang tidak tersedia pada environment yang digunakan oleh program.


Memahami Python Environment​

Ketika bekerja dengan package, penting untuk memahami bahwa package tidak selalu tersedia untuk seluruh instalasi Python pada komputer.

Package biasanya diinstal ke environment tertentu.

Contohnya:

Python Environment A
├── requests
├── pyjokes
└── numpy

Python Environment B
├── requests
└── pandas

Kedua environment tersebut dapat memiliki package yang berbeda.

Karena itu, ketika terjadi ModuleNotFoundError, salah satu hal pertama yang perlu diperiksa adalah:

Apakah package sudah diinstal
pada environment yang sedang digunakan?

Mengapa External Package Sangat Berguna?​

Ekosistem Python memiliki banyak package yang dapat digunakan untuk mempercepat pengembangan.

Misalnya:

Project
│
├── Standard Library
│
└── External Packages
│
├── Data Processing
├── Web Development
├── Automation
├── Machine Learning
└── Image Processing

Dengan memanfaatkan package yang sudah tersedia, developer dapat lebih fokus pada logika utama aplikasi daripada membuat semua functionality dari awal.


Standard Library atau External Package?​

Sebelum menginstal external package, sebaiknya periksa terlebih dahulu apakah Python Standard Library sudah menyediakan functionality yang dibutuhkan.

Misalnya Python sudah menyediakan:

import random

untuk kebutuhan random data.

Python juga menyediakan:

import json

untuk bekerja dengan JSON.

Jika functionality yang dibutuhkan sudah tersedia dan cukup untuk kebutuhan project, kita tidak selalu membutuhkan external package.

Alur yang baik:

Butuh functionality
↓
Cek Standard Library
↓
Sudah tersedia?
↙ ↘
Ya Tidak
↓ ↓
Gunakan Cari External Package
↓
PyPI
↓
pip

Best Practices​

Beberapa kebiasaan yang baik ketika menggunakan external package:

1. Gunakan Package yang Dibutuhkan​

Jangan menambahkan package hanya karena populer.

Pastikan package benar-benar memberikan functionality yang dibutuhkan project.

2. Periksa Package Sebelum Menggunakannya​

Perhatikan beberapa hal seperti:

Dokumentasi
Aktivitas Project
Popularitas
Komunitas
Kompatibilitas
Keamanan

Stars dan forks dapat menjadi salah satu informasi tambahan, tetapi jangan digunakan sebagai satu-satunya ukuran kualitas.

3. Gunakan Environment yang Tepat​

Pastikan package diinstal pada environment yang digunakan untuk menjalankan program.

4. Jangan Menginstal Semua Package Secara Global​

Untuk project yang lebih serius, sebaiknya gunakan virtual environment sehingga dependency setiap project dapat dikelola secara terpisah.


Alur Lengkap External Package​

Secara keseluruhan, proses menggunakan external package dapat digambarkan seperti berikut:

Memiliki kebutuhan
↓
Cek Standard Library
↓
Tidak tersedia?
↓
Cari package di PyPI
↓
Evaluasi package
↓
Install menggunakan pip
↓
Package masuk ke environment
↓
Import ke program
↓
Gunakan functionality

Contohnya:

Butuh ASCII Art
↓
Cari package
↓
pyfiglet
↓
pip install pyfiglet
↓
import pyfiglet
↓
Gunakan package

Kesimpulan​

External Package memungkinkan kita menggunakan kode yang dibuat oleh developer lain atau komunitas untuk mempercepat pengembangan aplikasi.

PyPI merupakan repository publik tempat berbagai package Python tersedia.

Sedangkan pip digunakan untuk menginstal dan mengelola package tersebut.

Perintah dasar yang perlu diketahui:

pip install nama_package

untuk menginstal package.

pip3 -V

untuk memeriksa versi pip.

pip3 install --upgrade pip

untuk memperbarui pip.

pip3 list

untuk melihat package yang terinstal.

Setelah package diinstal, package dapat digunakan melalui:

import nama_package

Hal yang penting untuk dipahami bukan hanya cara menginstal package, tetapi juga environment tempat package tersebut diinstal. Perbedaan environment merupakan salah satu penyebab umum munculnya ModuleNotFoundError.

Setelah memahami external package dan pip, materi berikutnya yang penting dipelajari adalah Virtual Environment (venv), karena virtual environment memungkinkan setiap project memiliki dependency yang terisolasi dan tidak saling mengganggu.