Skip to main content

Jenis-jenis Machine Learning

Machine Learning memiliki beberapa pendekatan yang berbeda dalam mempelajari data.

Secara umum, kategori utama Machine Learning dapat dibagi menjadi:

Machine Learning
│
├── Supervised Learning
│
├── Unsupervised Learning
│
└── Reinforcement Learning

Perbedaan utama ketiganya terletak pada bagaimana model memperoleh informasi untuk belajar.

Supervised Learning
↓
Belajar menggunakan data berlabel

Unsupervised Learning
↓
Belajar menggunakan data tanpa label

Reinforcement Learning
↓
Belajar melalui interaksi dan reward

type of manchine learning

Sumber: https://dicoding-assets.sgp1.cdn.digitaloceanspaces.com/


Supervised Learning​

Supervised Learning atau pembelajaran terawasi adalah pendekatan Machine Learning yang menggunakan data yang sudah memiliki label.

Label tersebut berfungsi sebagai jawaban atau target yang ingin dipelajari oleh model.

Contohnya:

Data Label
----------------------------
Pengalaman = 5 tahun Diterima
Pengalaman = 1 tahun Ditolak
Pengalaman = 3 tahun Diterima

Model mempelajari hubungan antara data dan label tersebut.

Secara sederhana:

Input + Label
↓
Training
↓
Model
↓
Prediksi

Karena data training memiliki label, kita dapat membandingkan hasil prediksi model dengan jawaban sebenarnya.

Prediksi Model
vs
Label Sebenarnya
↓
Evaluasi

Classification​

Classification merupakan salah satu bentuk Supervised Learning.

Tujuannya adalah menentukan kategori atau kelas dari suatu data.

Contohnya:

Input
↓
Model
↓
Apel / Pir

Atau:

Email
↓
Model
↓
Spam / Bukan Spam

Model mencoba mempelajari batas atau pola yang membedakan satu kategori dengan kategori lainnya.

Contoh sederhana:

Data
│
├── Kategori A
│
└── Kategori B

Setelah dilatih, model dapat digunakan untuk menentukan kategori data baru.


Regression​

Regression merupakan bentuk lain dari Supervised Learning yang digunakan untuk memprediksi nilai numerik atau kontinu.

Berbeda dengan Classification yang menghasilkan kategori, Regression menghasilkan nilai.

Contohnya:

Data Rumah
↓
Model
↓
Prediksi Harga

Contoh lainnya:

Data Historis
↓
Regression Model
↓
Prediksi Harga

Regression dapat digunakan ketika output yang ingin diprediksi berupa angka.


Contoh Supervised Learning dalam Perekrutan​

Machine Learning juga dapat digunakan untuk membantu proses pengambilan keputusan, misalnya dalam memprediksi kelayakan seorang kandidat.

Data kandidat dapat memiliki beberapa fitur:

Pengalaman kerja
Usia
Domisili
Perangkat yang digunakan

Data tersebut kemudian dapat digunakan sebagai input model.

Data Kandidat
↓
Machine Learning
↓
Prediksi
↓
Layak / Tidak Layak

Jika data training sudah memiliki label, pendekatan tersebut termasuk Supervised Learning.


Unsupervised Learning​

Unsupervised Learning atau pembelajaran tanpa pengawasan menggunakan data yang tidak memiliki label.

Pada pendekatan ini, komputer tidak diberikan jawaban benar atau salah secara eksplisit.

Contohnya:

Data
↓
Machine Learning
↓
Pola yang ditemukan

Model mencoba menemukan struktur atau pola tersembunyi yang terdapat di dalam data.

Perbedaannya dengan Supervised Learning:

Supervised
Data + Label
↓
Belajar dari jawaban

Unsupervised
Data tanpa Label
↓
Mencari pola sendiri

Clustering​

Salah satu penerapan utama Unsupervised Learning adalah Clustering.

Clustering digunakan untuk mengelompokkan data berdasarkan kemiripan karakteristik.

Misalnya terdapat data pelanggan:

Pelanggan A
Pelanggan B
Pelanggan C
Pelanggan D
Pelanggan E

Model dapat menemukan kelompok berdasarkan pola tertentu:

Data Pelanggan
↓
Clustering
↓
┌─────────────┐
│ Cluster 1 │
├─────────────┤
│ Cluster 2 │
├─────────────┤
│ Cluster 3 │
└─────────────┘

Kita tidak perlu memberikan label Cluster 1, Cluster 2, atau Cluster 3 sebelumnya.

Model mencoba menemukan kelompok tersebut berdasarkan karakteristik data.


Association Rule Learning​

Selain clustering, Unsupervised Learning juga dapat digunakan untuk menemukan hubungan atau pola antar data melalui Association Rule Learning.

Salah satu contoh sederhananya adalah analisis perilaku pembelian pelanggan.

Misalnya ditemukan pola:

Membeli Laptop
+
Membeli Mouse
↓
Kemungkinan membeli
Laptop Bag

Pola seperti ini dapat digunakan untuk membantu sistem memahami hubungan antar produk.

Dalam konteks bisnis, informasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk:

Rekomendasi Produk
Cross Selling
Analisis Perilaku Pelanggan

Reinforcement Learning​

Reinforcement Learning atau pembelajaran penguatan menggunakan pendekatan yang berbeda dari Supervised dan Unsupervised Learning.

Dalam Reinforcement Learning terdapat sebuah agent yang berinteraksi dengan environment.

Agent melakukan tindakan atau action, kemudian mendapatkan umpan balik berupa reward atau punishment.

Secara sederhana:

Environment
↑
│
Action
│
Agent
│
Reward
↓
Learning

Agent belajar melalui proses trial and error.


Trial and Error​

Pada awal proses, agent mungkin belum mengetahui tindakan terbaik.

Agent mencoba berbagai tindakan:

Action A → Reward kecil
Action B → Punishment
Action C → Reward besar

Dari pengalaman tersebut, agent belajar memilih tindakan yang lebih baik.

Tujuan utamanya adalah memperoleh reward sebanyak mungkin atau memaksimalkan skor.

Trial
↓
Feedback
↓
Learning
↓
Better Action
↓
Higher Reward

Proses tersebut dapat dilakukan berulang kali hingga agent mempelajari strategi yang lebih baik.


Contoh Reinforcement Learning​

Salah satu contoh yang mudah dipahami adalah AI yang belajar bermain game.

Game Environment
↓
Agent
↓
Action
↓
Game State
↓
Reward / Punishment
↓
Learning

Misalnya:

Bergerak ke arah yang benar
↓
Reward

Menabrak rintangan
↓
Punishment

Setelah melakukan banyak percobaan, agent dapat belajar tindakan mana yang menghasilkan reward lebih besar.


Perbandingan Tiga Kategori​

KategoriDataCara BelajarContoh
Supervised LearningBerlabelBelajar dari input dan targetClassification, Regression
Unsupervised LearningTanpa labelMenemukan pola atau strukturClustering
Reinforcement LearningInteraksi dengan environmentTrial and error berdasarkan rewardGame, kontrol agent

Cara sederhana untuk mengingatnya:

Supervised
"Berikut data dan jawabannya.
Pelajari hubungan keduanya."

Unsupervised
"Berikut datanya.
Temukan polanya."

Reinforcement
"Coba lakukan sesuatu.
Dapatkan reward atau punishment.
Belajarlah dari pengalaman."

Algoritma Machine Learning​

Setiap kategori Machine Learning memiliki berbagai algoritma yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah tertentu.

Beberapa algoritma yang umum diperkenalkan antara lain:

Decision Trees
Neural Networks
Support Vector Machines
K-Nearest Neighbors

Pemilihan algoritma bergantung pada:

Jenis masalah
Karakteristik data
Jumlah data
Tujuan model
Kebutuhan performa

Decision Trees​

Decision Tree menggunakan struktur seperti pohon untuk mengambil keputusan.

Secara sederhana:

Apakah X?
/ \
Ya Tidak
↓ ↓
Kondisi A Kondisi B
/ \
Output 1 Output 2

Decision Tree dapat digunakan untuk berbagai masalah Machine Learning, termasuk classification dan regression.


Neural Networks​

Neural Network merupakan model yang terinspirasi dari cara kerja jaringan neuron biologis.

Secara sederhana:

Input Layer
↓
Hidden Layer
↓
Hidden Layer
↓
Output Layer

Neural Network dapat digunakan untuk mempelajari pola yang kompleks.

Teknologi Deep Learning menggunakan neural network dengan banyak lapisan.


Support Vector Machines​

Support Vector Machine (SVM) merupakan algoritma yang dapat digunakan untuk melakukan klasifikasi dengan mencari batas pemisah antar kelas.

Secara konseptual:

Class A | Class B
● ● ● ● | ○ ○ ○ ○
● ● ● | ○ ○ ○
↑
Decision Boundary

Model mencoba menemukan batas yang dapat memisahkan kategori data.


K-Nearest Neighbors​

K-Nearest Neighbors (KNN) menggunakan kedekatan atau kemiripan data untuk menentukan prediksi.

Secara sederhana:

Data Baru
↓
Cari tetangga terdekat
↓
Lihat kategori tetangga
↓
Tentukan prediksi

Misalnya sebuah data baru memiliki beberapa tetangga terdekat:

● ● ● ○ ○
↑
Data baru

Jika sebagian besar tetangganya termasuk kategori tertentu, data baru dapat diklasifikasikan ke kategori tersebut.


Hubungan Kategori dan Algoritma​

Kategori Machine Learning dan algoritma merupakan dua hal yang berbeda.

Kategori menjelaskan bagaimana model belajar:

Supervised
Unsupervised
Reinforcement

Sedangkan algoritma menjelaskan metode yang digunakan untuk membangun model.

Contohnya:

Supervised Learning
│
├── Classification
│ ├── Decision Tree
│ ├── KNN
│ └── SVM
│
└── Regression
└── Regression Algorithms

Sedangkan:

Unsupervised Learning
│
└── Clustering
└── Clustering Algorithms

Tidak semua algoritma cocok untuk semua kategori dan semua jenis masalah.


Bagaimana Memilih Kategori?​

Pertanyaan sederhana berikut dapat membantu menentukan pendekatan awal.

Apakah data memiliki label?​

Ya
↓
Supervised Learning

Jika tidak:

Tidak
↓
Unsupervised Learning

Jika masalahnya melibatkan agent yang belajar melalui interaksi dan reward:

Environment
↓
Action
↓
Reward
↓
Reinforcement Learning

Gambaran Besar​

Seluruh kategori Machine Learning dapat dirangkum:

MACHINE LEARNING
│
┌────────────────┼────────────────┐
│ │ │
▼ ▼ ▼
Supervised Unsupervised Reinforcement
│ │ │
┌────┴────┐ │ Trial & Error
│ │ │ │
▼ ▼ ▼ ▼
Classification Regression Clustering Reward

Ringkasan​

Supervised Learning​

Data Berlabel
↓
Training
↓
Model
↓
Prediction

Digunakan untuk masalah seperti:

Classification
Regression

Unsupervised Learning​

Data Tanpa Label
↓
Learning
↓
Pattern
↓
Group / Structure

Contohnya:

Clustering
Association Rule Learning

Reinforcement Learning​

Agent
↓
Action
↓
Environment
↓
Reward / Punishment
↓
Learning

Pendekatan ini digunakan ketika sistem belajar berdasarkan interaksi dan pengalaman.


Kesimpulan​

Machine Learning tidak menggunakan satu metode yang sama untuk semua masalah.

Tiga kategori utama yang perlu dipahami adalah:

Supervised Learning
→ Belajar dari data berlabel

Unsupervised Learning
→ Menemukan pola dari data tanpa label

Reinforcement Learning
→ Belajar melalui interaksi dan reward

Setelah memahami kategori tersebut, langkah berikutnya adalah mempelajari jenis masalah Machine Learning, terutama Classification, Regression, dan Clustering, kemudian memahami algoritma yang sesuai untuk masing-masing masalah.