Variables
Variable atau variabel adalah salah satu konsep paling fundamental dalam pemrograman.
Variabel digunakan untuk memberikan nama pada sebuah nilai atau object sehingga nilai tersebut dapat digunakan kembali di dalam program.
Contohnya:
iq = 190
Pada contoh tersebut, iq merupakan nama yang digunakan untuk merujuk pada nilai 190.
Secara sederhana:
Nama Variable
↓
iq
↓
190
Dalam Python, proses ini sering disebut sebagai binding, yaitu menghubungkan sebuah nama dengan sebuah object atau nilai.
1. Menggunakan Variable
Variable memungkinkan kita menyimpan nilai dan menggunakannya kembali.
Contohnya:
iq = 190
user_age = iq / 4
print(iq)
print(user_age)
Hasil:
190
47.5
Pada contoh tersebut:
iqmenyimpan nilai190.user_agemenggunakan nilai yang direferensikan olehiq.- Hasilnya disimpan pada variable
user_age.
Variable membuat program lebih mudah dibaca dibandingkan menuliskan nilai secara berulang.
2. Variable Dapat Menyimpan Berbagai Tipe Data
Variable Python dapat digunakan untuk mereferensikan berbagai jenis data.
Contohnya:
nama = "Andrei"
umur = 25
tinggi = 173.5
is_student = True
Pada contoh tersebut:
| Variable | Nilai | Tipe Data |
|---|---|---|
nama | "Andrei" | str |
umur | 25 | int |
tinggi | 173.5 | float |
is_student | True | bool |
Python menggunakan dynamic typing, sehingga kita tidak perlu mendeklarasikan tipe data secara eksplisit ketika membuat variable.
3. Variable Dapat Diubah
Nilai yang direferensikan oleh sebuah variable dapat berubah selama program berjalan.
Contohnya:
umur = 20
umur = 21
print(umur)
Hasil:
21
Pada awalnya umur merujuk pada nilai 20.
Kemudian variable tersebut diberikan nilai baru sehingga sekarang merujuk pada 21.
4. Variable Bersifat Case Sensitive
Python membedakan huruf besar dan huruf kecil dalam nama variable.
Contohnya:
nama = "Andrei"
Nama = "Budi"
nama dan Nama merupakan dua nama yang berbeda.
Contoh:
user_iq = 190
User_IQ = 200
print(user_iq)
print(User_IQ)
Hasil:
190
200
Karena Python bersifat case sensitive, konsistensi penamaan variable sangat penting.
5. Aturan Penamaan Variable
Python memiliki beberapa aturan yang harus diperhatikan ketika membuat nama variable.
Harus Diawali Huruf atau Underscore
Nama variable dapat diawali dengan huruf:
nama = "Andrei"
atau underscore:
_nama = "Andrei"
Nama variable tidak boleh diawali dengan angka.
Contoh yang tidak valid:
1nama = "Andrei"
Python akan menghasilkan syntax error.
6. Angka Boleh Digunakan
Walaupun tidak boleh digunakan sebagai karakter pertama, angka dapat digunakan setelah karakter pertama.
Contohnya:
user1 = "Andrei"
user2 = "Budi"
Nama tersebut valid.
Contoh lainnya:
user_age1 = 20
7. Menggunakan Underscore
Underscore _ dapat digunakan untuk memisahkan kata dalam nama variable.
Contohnya:
user_name = "Andrei"
user_age = 25
total_price = 50000
Gaya penulisan seperti ini disebut snake_case.
Snake case merupakan gaya penamaan yang umum digunakan dalam Python.
8. Hindari Nama Variable yang Sulit Dipahami
Nama variable sebaiknya menjelaskan data yang direpresentasikan.
Contoh yang kurang jelas:
x = 25
Jika x memang memiliki konteks yang jelas, penggunaan tersebut bisa saja tepat.
Namun, untuk data tertentu, nama yang lebih deskriptif biasanya lebih baik:
user_age = 25
Dengan melihat nama user_age, programmer dapat memahami tujuan variable tersebut tanpa harus membaca seluruh kode.
9. Variable dan Readability
Dalam pemrograman, kode biasanya lebih sering dibaca daripada ditulis.
Karena itu, penamaan variable merupakan bagian penting dari kualitas kode.
Bandingkan:
x = 100
y = 20
z = x * y
dengan:
price = 100
quantity = 20
total_price = price * quantity
Versi kedua lebih mudah dipahami karena nama variable memberikan konteks mengenai data yang digunakan.
Gunakan nama variable yang jelas dan deskriptif.
10. Menggunakan Python Keywords
Python memiliki sejumlah keyword yang memiliki fungsi khusus dalam bahasa pemrograman.
Contohnya:
if
else
for
while
def
class
return
import
True
False
None
Keyword tersebut tidak seharusnya digunakan sebagai nama variable.
Contoh yang tidak valid:
class = "Python"
atau:
def = 10
Karena class dan def merupakan keyword Python.
11. Hindari Menimpa Built-in Function
Selain keyword, Python juga memiliki berbagai built-in functions dan built-in types.
Contohnya:
print
type
input
int
str
list
dict
Sebaiknya jangan menggunakan nama-nama tersebut sebagai variable karena dapat menimpa referensi terhadap fungsi atau tipe bawaan.
Contoh yang sebaiknya dihindari:
print = "Hello"
Setelah itu, penggunaan:
print("Hello Python")
dapat menghasilkan masalah karena print sudah tidak lagi merujuk pada built-in function print().
Gunakan nama lain yang lebih jelas.
12. Konstanta
Dalam beberapa program, terdapat nilai yang secara konsep tidak seharusnya berubah selama program berjalan.
Nilai seperti ini sering disebut sebagai constant.
Python tidak memiliki keyword khusus untuk mendeklarasikan constant seperti beberapa bahasa pemrograman lainnya.
Namun, terdapat konvensi bahwa nama constant ditulis menggunakan huruf kapital.
Contohnya:
PI = 3.14
MAX_USERS = 100
DEFAULT_TIMEOUT = 30
Penggunaan huruf kapital memberi pesan kepada programmer lain bahwa nilai tersebut dianggap sebagai constant.
Perlu dipahami bahwa Python tidak secara otomatis mencegah nilai tersebut diubah.
Contohnya masih dapat dilakukan:
PI = 3.14159
Jadi, huruf kapital merupakan konvensi, bukan mekanisme penguncian nilai.
13. Dunder Variables
Python memiliki beberapa nama khusus yang menggunakan dua underscore di awal dan akhir.
Contohnya:
__name__
Nama seperti ini sering disebut dunder, singkatan dari double underscore.
Beberapa contoh lainnya:
__name__
__init__
__str__
Nama-nama tersebut memiliki makna khusus dalam Python dan biasanya digunakan oleh mekanisme internal bahasa atau object model Python.
Sebagai pemula, kita tidak perlu membuat nama dunder sendiri.
Hindari membuat nama variable dengan pola __nama__ untuk penggunaan biasa.
Gunakan nama variable normal seperti:
user_name = "Andrei"
14. Multiple Assignment
Python memungkinkan kita memberikan nilai kepada beberapa variable dalam satu statement.
Contohnya:
a, b, c = 1, 2, 3
Sekarang:
a → 1
b → 2
c → 3
Kita dapat memeriksanya:
print(a)
print(b)
print(c)
Hasil:
1
2
3
Teknik ini disebut multiple assignment.
15. Multiple Assignment dengan Nilai yang Sama
Kita juga dapat memberikan nilai yang sama kepada beberapa variable.
Contohnya:
a = b = c = 0
Sekarang ketiga variable tersebut memiliki nilai 0.
a → 0
b → 0
c → 0
Cara ini dapat berguna ketika beberapa variable perlu diberikan nilai awal yang sama.
16. Variable dan type()
Kita dapat menggunakan type() untuk mengetahui tipe object yang direferensikan oleh sebuah variable.
Contohnya:
umur = 25
nama = "Andrei"
print(type(umur))
print(type(nama))
Hasil:
<class 'int'>
<class 'str'>
Hal ini membantu kita memahami bagaimana Python mengenali data yang digunakan oleh variable.
17. Variable sebagai Nama yang Mereferensikan Object
Dalam Python, penting untuk memahami bahwa variable bukan sekadar "kotak" yang menyimpan nilai.
Python menggunakan model name binding.
Ketika kita menulis:
iq = 190
nama iq direferensikan atau di-bind ke object dengan nilai 190.
Secara sederhana:
iq
│
▼
┌─────┐
│ 190 │
└─────┘
Jika kemudian kita melakukan:
iq = 200
nama iq sekarang mereferensikan object dengan nilai 200.
iq
│
▼
┌─────┐
│ 200 │
└─────┘
Model ini akan menjadi semakin penting ketika kita mempelajari object, reference, mutable, immutable, dan memory management.
18. Best Practices Penamaan Variable
Beberapa kebiasaan yang baik ketika memberikan nama variable:
Gunakan Nama yang Deskriptif
user_name = "Andrei"
lebih jelas daripada:
x = "Andrei"
Gunakan snake_case
first_name = "Andrei"
total_price = 50000
user_age = 25
Gunakan Nama yang Tidak Terlalu Panjang
Nama variable sebaiknya cukup deskriptif tanpa menjadi terlalu panjang.
Contohnya:
total_price = 50000
lebih praktis daripada nama yang terlalu panjang dan sulit dibaca.
Hindari Singkatan yang Tidak Jelas
Contoh:
usr_nm = "Andrei"
lebih sulit dipahami dibandingkan:
user_name = "Andrei"
Gunakan singkatan hanya jika memang sudah umum dan mudah dipahami.
19. Ringkasan Aturan Variable
| Aturan | Contoh |
|---|---|
Gunakan huruf atau _ di awal | name, _name |
| Angka tidak boleh di awal | user1 valid, 1user tidak valid |
| Angka boleh setelah karakter pertama | user1 |
Gunakan snake_case | user_name |
| Python bersifat case sensitive | name ≠ Name |
| Hindari keyword Python | Jangan gunakan class, def, if |
| Hindari menimpa built-in | Jangan gunakan print, type, list |
| Gunakan nama yang deskriptif | total_price |
| Constant umumnya menggunakan huruf kapital | MAX_USERS |
| Hindari membuat nama dunder sendiri | Hindari __my_variable__ |
Kesimpulan
Variable merupakan konsep fundamental dalam Python yang digunakan untuk memberikan nama pada object atau nilai sehingga dapat digunakan kembali dalam program.
Contoh sederhana:
name = "Andrei"
age = 25
Dalam Python, variable dapat mereferensikan berbagai tipe data dan dapat diubah selama program berjalan.
Hal penting yang perlu diperhatikan adalah penamaan variable.
Gunakan nama yang:
- Jelas.
- Deskriptif.
- Konsisten.
- Mengikuti gaya
snake_case. - Tidak menggunakan keyword Python.
- Tidak menimpa built-in function atau built-in type.
Contohnya:
user_name = "Andrei"
user_age = 25
total_price = 50000
Penamaan variable yang baik akan membuat kode lebih mudah dibaca, dipahami, dan dirawat.
Code is read much more often than it is written.
Karena itu, biasakan memberikan nama variable yang dapat membantu programmer lain memahami maksud kode tanpa harus menebak-nebak.