Skip to main content

Membuat User Linux secara Manual

2 min read
Ucup TopekoX
Ucup TopekoX
TimposuLabs creator

Di Linux, kita dapat membuat user menggunakan perintah high-level adduser (interaktif) atau useradd (low-level). Untuk membuat user secara "manual" tanpa utilitas ini, kita harus langsung mengedit file sistem dan mengatur environment-nya sendiri.

Install Armbian Linux di STB HG680-P

7 min read
Ucup TopekoX
Ucup TopekoX
TimposuLabs creator

Ingin punya server Linux sendiri dengan modal di bawah 200 ribu rupiah? Menggunakan STB HG680-P adalah solusinya. Dalam panduan ini, saya akan membagikan cara termudah menginstal Armbian (berbasis Ubuntu/Debian) pada STB HG680-P agar bisa berjalan melalui MicroSD. Tanpa perlu PC spek tinggi, kita sudah bisa menjalankan server 24 jam yang hemat listrik. Mari kita mulai prosesnya!

Membuat Distro Linux Minimalis dari NOL

8 min read
Ucup TopekoX
Ucup TopekoX
TimposuLabs creator

Kali ini kita akan membangun OS Linux sendiri dari 0 atau bahasa kerennya from scratch jadi teman-teman yang mau belajar ngoprek Linux bisa mengikuti tutorial ini step by step.

Prasyarat:

Pada praktek kali ini saya menggunakan:

  • Distro Linux Ubuntu 24 sebagai OS Host untuk Development. Saya menyarankan menggunakan Virtualization saja baik itu Docker, Mesin Virtual (seperti Virtual Box / VMWare) atau WSL jika anda menggunakan Windows, agar jika terjadi error yang tidak diinginkan, tidak mempengaruhi OS utama anda.
  • Koneksi Internet. Dibutuhkan untuk mendownload dependency.

Cara Install Banyak Distro Linux di WSL

3 min read
Ucup TopekoX
Ucup TopekoX
TimposuLabs creator

Secara default, Microsoft Store hanya mengizinkan satu instalasi untuk setiap versi distro linux yang sama, namun kita dapat mengakalinya dengan teknik export dan import atau menggunakan file image system (.tar). Metode menggunakan dua distro linux yang sama ini, sangat berguna untuk memisahkan lingkungan development, misalnya satu untuk project kerjaan dan satu lagi untuk eksperimen pribadi, tanpa saling mengganggu sistem satu sama lain.

Menggunakan @JsonNaming di Spring Boot REST API

3 min read
Ucup TopekoX
Ucup TopekoX
TimposuLabs creator

Menggunakan @JsonNaming di Spring Boot (tepatnya pada kelas model yang digunakan untuk serialisasi dan deserialisasi JSON oleh Jackson, yang merupakan default di Spring Boot) sangat penting untuk mengatur bagaimana nama properti Java (misalnya, firstName) dipetakan ke nama field dalam payload JSON (misalnya, first_name).

Cara membuat Pagination REST API di Spring Boot

4 min read
Ucup TopekoX
Ucup TopekoX
TimposuLabs creator

Pada project-project Springboot sebelumnya, ketika melakukan Respose REST API find all untuk menampilkan semua data, biasanya kita menggunakan return Collection misalnya List. Cara ini tidak salah tapi bukan merupakan best practice apabila data yang dipanggil dalam jumlah yang banyak, misal datanya ada 1 juta, maka data tersebut akan dipanggil semua. Tentunya cara ini tidak efisien dan akan membuat aplikasi kita menjadi lambat.

Menjalankan PostgreSQL di Docker Container pada Windows Subsystem for Linux (WSL)

4 min read
Ucup TopekoX
Ucup TopekoX
TimposuLabs creator

Jadi saya biasanya menggunakan Docker pada sistem operasi Linux (Ubuntu, Fedora) menggunakan Docker Engine saja tanpa Docker Desktop, karena menurut saya lebih mudah digunakan. Docker Engine mudah digunakan di Linux karena dirancang untuk memanfaatkan fitur-fitur kernel Linux, seperti namespaces dan cgroups, yang mendukung isolasi dan efisiensi kontainer.