Skip to main content

Setup Project

Menyiapkan Starting Project React

Sebelum mulai menulis kode React, kita perlu menyiapkan starting project atau proyek awal.

Starting project merupakan proyek React yang sudah memiliki struktur dasar dan konfigurasi yang diperlukan sehingga kita dapat langsung fokus mempelajari React tanpa harus melakukan konfigurasi dari awal.

Ada dua pilihan utama untuk menjalankan proyek React:

  1. CodeSandbox - berjalan langsung melalui browser.
  2. Local Development - berjalan di komputer sendiri.

1. Menggunakan CodeSandbox

CodeSandbox merupakan lingkungan pengembangan berbasis browser yang memungkinkan kita menjalankan proyek React tanpa harus melakukan instalasi secara lokal.

Jika materi menyediakan proyek CodeSandbox, biasanya kita cukup membuka tautan proyek tersebut.

Kelebihan CodeSandbox

  • Tidak perlu menginstal Node.js secara lokal.
  • Tidak perlu menjalankan npm install secara manual.
  • Tidak perlu menjalankan npm run dev secara manual.
  • Proyek dapat langsung dijalankan melalui browser.
  • Cocok untuk belajar dan mencoba kode dengan cepat.

Secara sederhana:

Browser


CodeSandbox

├── React
├── Dependencies
└── Development Server

Semua kebutuhan dasar proyek sudah disediakan oleh lingkungan CodeSandbox.


2. Menjalankan React Secara Lokal

Selain CodeSandbox, kita juga dapat menjalankan proyek React langsung di komputer.

Keuntungan menggunakan lingkungan lokal adalah kita memiliki kontrol penuh terhadap proyek dan dapat menggunakan code editor seperti Visual Studio Code.

Sebelum memulai, pastikan Node.js sudah terinstal.

Untuk memeriksa instalasi Node.js:

node --version

Untuk memeriksa npm:

npm --version

Jika kedua perintah tersebut menampilkan nomor versi, berarti Node.js dan npm sudah tersedia.


3. Menyiapkan Starting Project

Jika starting project diberikan dalam bentuk file ZIP, langkah pertama adalah mengunduh file tersebut.

Setelah selesai:

  1. Ekstrak file ZIP.
  2. Buka folder hasil ekstraksi.
  3. Buka folder tersebut menggunakan code editor.

Contohnya menggunakan Visual Studio Code:

File
└── Open Folder

Pilih folder proyek React yang telah diekstrak.

Struktur proyek biasanya terlihat seperti:

my-react-app/
├── node_modules/
├── public/
├── src/
├── package.json
├── package-lock.json
└── ...

Folder node_modules mungkin belum tersedia sebelum menjalankan npm install.

tip

Kita juga bisa membuat project lokal React menggunakan Vite:

npm create vite@latest nama-project-anda -- --template react

4. Mengenal package.json

Salah satu file penting dalam proyek Node.js dan React adalah:

package.json

File ini berisi informasi dan konfigurasi proyek, termasuk:

  • Nama proyek.
  • Versi proyek.
  • Dependencies.
  • Development dependencies.
  • Script yang dapat dijalankan menggunakan npm.

Contoh sederhana:

{
"name": "my-react-app",
"version": "1.0.0",
"scripts": {
"dev": "vite"
},
"dependencies": {
"react": "...",
"react-dom": "..."
}
}

Bagian scripts memungkinkan kita menjalankan perintah seperti:

npm run dev

5. Menjalankan npm install

Setelah membuka folder proyek, buka terminal di dalam folder tersebut.

Pastikan posisi terminal berada di direktori proyek.

Contoh:

cd my-react-app

Kemudian jalankan:

npm install

Perintah ini akan membaca package.json dan mengunduh dependencies yang dibutuhkan proyek.

Misalnya:

React
React DOM
Vite
dan dependencies lainnya

Setelah selesai, npm akan membuat folder:

node_modules/

Folder tersebut berisi berbagai package yang dibutuhkan proyek.


6. Apa Fungsi node_modules?

node_modules merupakan folder tempat npm menyimpan package yang digunakan oleh proyek.

Misalnya proyek membutuhkan:

React
React DOM
Vite

package tersebut akan tersedia di dalam node_modules.

Kita biasanya tidak perlu mengedit isi folder node_modules secara manual.

Folder ini juga biasanya tidak disertakan ketika proyek dibagikan melalui repository karena ukurannya dapat sangat besar.

Jika node_modules tidak tersedia, kita cukup menjalankan:

npm install

7. Menjalankan Development Server

Setelah proses instalasi selesai, jalankan:

npm run dev

Perintah tersebut menjalankan development server yang digunakan selama proses pengembangan aplikasi.

Jika menggunakan Vite, terminal biasanya menampilkan informasi seperti:

VITE ready

Local: http://localhost:5173/

Alamat tersebut kemudian dapat dibuka melalui browser.

Contoh:

http://localhost:5173/

8. Apa Itu Development Server?

Development server merupakan server yang digunakan selama proses pengembangan aplikasi.

Server ini membantu kita:

  • Menjalankan aplikasi React.
  • Memproses kode sumber.
  • Mengubah JSX menjadi kode yang dapat dipahami browser.
  • Memantau perubahan file.
  • Memperbarui tampilan aplikasi secara otomatis.

Alur sederhananya:

Kode React


Development Server

├── Transform JSX
├── Process Modules
└── Watch File Changes


Browser

9. Live Reload / Hot Module Replacement

Saat development server berjalan, kita dapat mengubah kode React dan melihat perubahan pada browser secara otomatis.

Misalnya kita mengubah:

<h1>Hello World</h1>

menjadi:

<h1>Hello React!</h1>

Setelah file disimpan, browser akan memperbarui tampilan tanpa harus menjalankan ulang server.

Pada tooling modern seperti Vite, mekanisme ini dikenal sebagai Hot Module Replacement (HMR).

Fitur ini membuat proses development menjadi jauh lebih cepat.


10. Jangan Menutup Development Server

Selama sedang melakukan coding, biarkan proses berikut tetap berjalan:

npm run dev

Terminal tersebut akan terus menjalankan development server.

Contoh:

Terminal 1
└── npm run dev
└── Development Server

Kemudian gunakan code editor untuk mengubah kode React.

Visual Studio Code


Edit Code


Development Server


Browser

11. Menghentikan Development Server

Jika sudah selesai bekerja, development server dapat dihentikan dengan:

Ctrl + C

Terminal akan kembali ke command prompt.

Untuk menjalankan kembali server di kemudian hari, cukup gunakan:

npm run dev

12. Alur Kerja Pengembangan React

Secara umum, workflow React lokal dapat diringkas sebagai berikut:

1. Download Starting Project


2. Extract Project


3. Open Project di Code Editor


4. Buka Terminal


5. npm install


6. npm run dev


7. Buka localhost di Browser


8. Mulai Coding React


9. Simpan File


10. Browser Otomatis Memperbarui

13. npm install vs npm run dev

Kedua perintah ini memiliki fungsi yang berbeda.

PerintahFungsi
npm installMenginstal dependencies proyek
npm run devMenjalankan development server

Biasanya:

npm install

cukup dilakukan ketika pertama kali menyiapkan proyek atau setelah dependencies berubah.

Sedangkan:

npm run dev

dijalankan setiap kali kita ingin memulai sesi development.


14. Jika Mendapat Error npm

Jika muncul pesan seperti:

npm is not recognized

atau:

npm: command not found

kemungkinan Node.js belum terinstal atau belum masuk ke PATH sistem.

Periksa terlebih dahulu:

node --version

dan:

npm --version

Jika keduanya tidak dikenali, instal Node.js terlebih dahulu.


15. Jika node_modules Hilang

Tidak perlu panik jika folder:

node_modules/

tidak tersedia.

Selama file berikut masih ada:

package.json
package-lock.json

kita dapat menginstal kembali dependencies dengan:

npm install

Setelah proses selesai, folder node_modules akan dibuat kembali.


16. Jika Ingin Menginstal Ulang Dependencies

Dalam kondisi tertentu, kita mungkin perlu menghapus node_modules dan melakukan instalasi ulang.

Setelah menghapus folder:

node_modules/

jalankan:

npm install

Kemudian:

npm run dev

Namun, langkah ini tidak perlu dilakukan secara rutin. Gunakan hanya jika memang terdapat masalah pada dependencies atau instalasi proyek.


CodeSandbox vs Local Development

Kedua pendekatan memiliki kelebihan masing-masing.

CodeSandboxLocal Development
Berbasis browserBerjalan di komputer
Tidak perlu setup lokalMembutuhkan Node.js
Cepat untuk belajarLebih fleksibel
Tidak perlu terminal secara manualMenggunakan terminal
Cocok untuk eksperimenCocok untuk proyek nyata
Setup otomatisSetup dilakukan sendiri

Untuk mengikuti tutorial, keduanya dapat digunakan.

Namun, jika ingin membangun aplikasi React secara serius, local development sangat disarankan karena memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan workflow pengembangan aplikasi sebenarnya.


Poin Penting

Sebelum mulai belajar React, pastikan memahami beberapa hal berikut:

  • Node.js digunakan sebagai fondasi environment development.
  • npm digunakan untuk mengelola dependencies dan menjalankan script proyek.
  • package.json menyimpan konfigurasi dan dependencies proyek.
  • npm install digunakan untuk menginstal dependencies.
  • npm run dev digunakan untuk menjalankan development server.
  • Browser digunakan untuk melihat hasil aplikasi.
  • Development server sebaiknya tetap berjalan selama coding.
  • Perubahan kode biasanya dapat langsung terlihat melalui HMR.
  • Ctrl + C digunakan untuk menghentikan development server.

Kesimpulan

Menyiapkan proyek React sebenarnya cukup sederhana.

Jika menggunakan CodeSandbox, kita dapat langsung menggunakan starting project yang telah disediakan.

Jika menggunakan komputer sendiri, alurnya adalah:

npm install

kemudian:

npm run dev

Setelah development server berjalan, buka alamat localhost yang ditampilkan di terminal.

Mulai dari sini, kita sudah memiliki lingkungan yang siap digunakan untuk mempelajari berbagai konsep React seperti JSX, Component, Props, State, Event Handling, Conditional Rendering, dan Hooks.